Sunday, August 28, 2011

Ya Allah

Pintu Syurga

There is a gate to Paradise that is called ar-Rayyan. On the Day of Resurrection it will say: ‘Where are those who fasted?’ When the last [one] has passed through the gate, it will be locked.
Prophet Muhammad عليه السلام [Bukhari and Muslim]

Read :)

For a productive Ramdhan

Go on a full 10 days I’tikaaf (or less perhaps if this is your first time or if commitments don’t permit)
- Take out your wallet and give the largest ONE donation you’ve ever given in your life to a charitable cause.
- Forgive that ONE person you said you’ll never ever forgive.
- Get to know a poor family and vow to sponsor them as long as you live.
- Arrange an Iftar at an orphanage
- Donate an important piece of asset you have (eg. land/property/farm) to Allah (Subhanahu Wa Ta’ala) in the form of Waqf (endowment).


What will be your ONE SPECIAL good deed? Something that can make this Ramadan truly special. Think about it then take action!
Secondly, think of the ONE good deed that you promise yourself to continue doing after Ramadan. But this time you’ve got to actually do it!


Which one will it be?


Will it be praying tahajjud every night from now on?

Will it be fasting every Monday and Thursday or at least 3 days of the month each month?
Will it be praying in the mosque for every single salah?

Will it be reading one juz’ of Quran each day? (This is the one I’ve been promising myself I will do after every Ramadan but then the passion I had starts dwindling away as I start neglecting the Quran because I’m ‘busy’. Not this year though inshAllah!)

Will it be continually giving charity at least once a week?

Remember, “the most beloved of actions to Allah are the most consistent ones even if little in amount.” [Bukhari]

These good deeds should be a part and parcel of your life well after ramadan – so pick one and write it down and after Ramadan, check yourself to ensure consistently perform this good deed.
islamicwallpaper:

O Ramadan is the Month in Which was sent down THE Quran as Guide to Mankind

Solatlah sebelum anda disolatkan

hafsak:


Every soul will taste death. And We test you with evil and with good as trial; and to Us you will be returned. 

— Surat al-Anbyā 21:35

Every soul will taste death. And We test you with evil and with good as trial; and to Us you will be returned. 
— Surat al-Anbyā 21:35

I closed my eyes and pray

ghazalaa:

[2:43] And establish prayer and give zakah and bow with those who bow [in worship and obedience].
[2:43] وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Beristiqamahlah

Do good deeds properly, sincerely and moderately and know that your deeds will not make you enter Paradise, and that the most beloved deed to Allah’s is the most regular and constant even though it were little. - Riwayat Bukhari

Marilah kita mengimarahkan masjid di bulan ramadhan


Saturday, August 27, 2011

60 seconds :)

1. In one minute you can recite Surah al-Faatihah 3 times, reciting rapidly (yet clearly) - silently or aloud. The hasanahs one can gain, not to mention, the right Guidance from ALLAH, are incomparable rewards to anything we can get from this material world.


2. In one minute you can recite Surah al-Ikhlas (Qul Huwa Allaahu Ahad) 20 times, reciting rapidly (yet clearly) - silently or aloud. Reciting it once is equivalent to one-third of The Qur’an. The rewards for this are well-known.


3. You can read one page of The Qur’an in one minute.


4. You can memorize a short Aayah from The Qur’an in one minute.


5. In one minute you can say Laa ilaaha ill-Allah wahdahu laa shareeka lah, lahu’l-mulk wa lahu’l-hamd wa huwa ‘ala kulli shay’in qadeer (There is no god except ALLAH (SWT) alone with no partner; to Him be dominion and praise, and He is Able to do all things) – 20 times.


6. In one minute you can say Subhaan Allaahi wa bi hamdihi (Glory and praisebe to ALLAH (SWT)) 100 times to ask for forgiveness from ALLAH (SWT).


7. In one minute you can say Subhaan Allahi wa bi hamdihi Subhaan Allaahil-‘Azeem (Glory and praise be to ALLAH (SWT), glory be to ALLAH (SWT) the Almighty) 50 times. These are two phrases which are light on the lips, heavy in the balance and beloved to the Most Merciful, as was narrated by al-Bukhaari and Muslim.


8. The Prophet (peace and blessings of ALLAH (SWT) be upon him) said:”When I say ‘Subhaan-Allaah wa’l-hamdu Lillah, wa laa ilaah ill-Allaah,wa-allahu akbar (Glory be to ALLAH (SWT), praise be to ALLAH (SWT), there is no god except ALLAH (SWT), and ALLAH (SWT) is Most Great)’, this is more beloved to me than all that the sun rises upon.” (Narrated in Muslim). In one minute, you can say all of these words more than 18 times. These words are the most beloved words to ALLAH (SWT), the best of words, and they weigh heavily in the balance of good deeds, as was narrated in the saheeh ahaadeeth.

9. In one minute you can say, Laa hawla wa laa quwwata illa Billaah (ther eis no strength and no power except with ALLAH (SWT)) more than 40 times. This is one of the treasures of Paradise, as was narrated by al-Bukhaari and Muslim.They are a means of putting up with difficulties and of aiming to achieve great things.


10. In one minute you can say Laa ilaaha ill-ALLAH (SWT) approximately 50 times. This is the greatest word, for it is the word of Tawheed, the good word,the word that stands firm.

Lupa

Manusia itu berasal daripada perkataan 'Nasii' iaitu lupa. Kita selalu lupa kepada Yang Maha Pencipta, Allah SWT dalam kehidupan seharian kita. Allah memberi kita 86 400 saat dalam satu hari, berapa saja yang kita gunakan untuk mengingatiNya? Tepuk dada, tanya iman. Jadi,dlam bulan ramadhani ni, haraplah kita lebih mengingati tuhan kita, dah suba untuk dekatkan diri dengan Allah <3

Sempurnakah Ramadhan Kit

alt
Dalam kesibukkan kita untuk membuat persiapan Aidilfitri yang bakal menjelang tiba tidak lama lagi dan ditambah dengan saki baki Ramadhan yang masih tinggal tidak kurang beberapa hari lagi, adakah pernah terdetik di hati kita untuk bertanya sama ada Ramadhan yang telah kita lalui pada tahun ini telah benar-benar mendidik jiwa kita untuk menghadapi 11 bulan yang akan mendatang.
Pernahkah kita tertanya apakah Ramadhan kita telah diterima dan segala dosa-dosa kita telah diampun oleh Allah s.w.t. Dalam pada itu apakah saudaraku sekalian masih mengingati tiga doa yang diaminkan oleh junjungan besar Nabi Muhammad S.A.W yang telah didoakan oleh Jibrail A.S.
Salah satu doa yang diaminkan ialah berkenaan sesiapa yang tidak merebut peluang untuk mendapat keampunan Allah S.W.T pada bulan Ramadhan maka dia antara orang yang akan rugi kerana akan dimasukkan ke dalam Neraka Allah S.W.T.
Ketika Nabi S.A.W menaiki tiga anak tangga mimbar baginda berhenti di setiap anak tangga dan mengucapkan amin di ketiga-tiga anak tangga tersebut. Para sahabat lalu tertanya-tanya apakah sebenarnya yang telah diaminkan oleh Rasulullah S.A.W. Hal ini telah diriwayatkan oleh Abu Hurairah katanya :
"Nabi S.A.W menaiki mimbar, kemudian baginda berkata: amin, amin, amin. Ditanya kepada baginda: "Wahai Rasulullah, tuan menaiki mimbar dan mengucapkan amin, amin, amin?" Baginda S.A.W menjawab: "Jibril A.S datang kepadaku, dan berkata: "Sesiapa yang berada dalam bulan Ramadhan, lalu Allah tidak mengampunkan dosanya, dia akan dimasukkan ke dalam Neraka dan akan dijauhkannya, katakan (wahai Muhammad) amin," Lalu aku (Nabi SAW) pun menyebut"amin".
Jibril berkata lagi: "Wahai Muhammad, sesiapa yang memiliki dua orang tuanya atau salah seorang mereka, namun dia tidak berbuat kepada mereka berdua, dia mati, dia akan dimasukkan ke dalam Neraka, dan Allah akan menjauhkannya, katalah amin." Lalu aku pun berkata: "Amin".
Berkata Jibril lagi: "Sesiapa yang mendengar namamu disebut, tetapi dia tidak berselawat kepadamu, dia mati, dia akan dimasukkan ke dalam Neraka, dan Allah akan menjauhkanya, katalah amin." Lalu aku pun menyebut: "Amin."
Apakah kita di antara golongan manusia yang telah diberikan peluang untuk berada di dalam bulan Ramadhan yang penuh barakah ini termasuk di dalam doa yang diaminkan oleh baginda S.A.W.
Oleh itu saudaraku sekalian ingatlah doa yang telah diaminkan oleh Rasullulah s.a.w. ini dan rebutlah peluang yang masih berbaki, tidak berapa hari ini untuk mencari keampunan Allah S.W.T. Raya, raya juga, tapi jangan lupa untuk mencari peluang yang masih tinggal. Takut-takut inilah Ramadhan yang terakhir buat kita.

:)


Our Nabi saws was reported to have said about Laylatul Qadr, “Whosoever stands up (in prayer) at the Night of Power out of faith and hopeful of reward, all his past sins will be forgiven.”(Targhib) In the last few days of Ramadan, let's spend a little extra time remembering Allah swt, strengthening our imaan and asking for forgiveness and maghfirat. Look for Laylatul Qadr, and recite "Al-laa-hum-ma in-na-ka ‘afoow-wan tu-hib-bul-’af wa fa-fu ‘an-ni". Ameen.

Masha allah


Laylatul Qadr, SubhanAllah <3

“He who recites Surah Qadr loudly and openly is like a person who fights in the Holy War on the path of Allah (swt), and he who recites it hiddenly is like a person who swims in his own blood for the sake of Allah (swt).”

(Ruh-al-Ma’ali, vol. 30, pg. 188; and Darr-al-Manthur, vol. 6, pg. 391)

Lebih Baik Daripada Seribu Bulan


"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam al-Qadr [1] Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? [2] Malam al-Qadr itu lebih baik dari seribu bulan [3] Pada malam itu para malaikat dan Roh (Jibril) turun dengan perintah Tuhan mereka kerana membawa segala perkara (yang telah diputus oleh Allah) [4] Sejahteralah malam itu hingga fajar menyinsing [5]"  -Surah al-Qadr

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ {1} وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ {2} لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ {3} تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ {4} سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ {5}


Malam al-Qadr merupakan satu malam yang sangat didambakan oleh seluruh umat Islam yang merindui-Nya. Hal ini kerana Malam al-Qadr atau Lailatulqadr ini dijanjikan oleh Allah s.w.t sebagai satu malam yang paling mulia dan lebih baik daripada seribu bulan.
Namun, adakah kita sebenarnya tahu apakah antara hikmah di sebalik Malam Kemuliaan ini? Atau, kita sekadar mendengar di tv, di ceramah-ceramah agama sahaja tanpa mendalami sebenar-benarnya erti dan hikmah Lailatulqadr ini?
Secara umumnya Lailatulqadr adalah antara kemuncak segala amalan yang dikerjakan di dalam bulan Ramadhan. Di sebalik kenyataan ini, kita harus memahami bahawa  amalan yang menjadi keutamaan dalam bulan Ramadhan adalah berkait rapat dengan amalan yang disarankan pada Malam al-Qadr ini.
Saidatina Aisyah R.A bertanya kepada Rasulullah S.A.W, katanya:
"Ya Rasulullah S.A.W andainya aku mendapati malam Lailatul-Qadar, apakah doa yang patut aku bacakan?"
Rasulullah S.A.W lantas berdoa dengan satu doa:


"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai memberi keampunan, maka ampunilah daku!"                                                                                                                                                                                                          
Saranan doa Rasullullah S.A.W kepada Saidatina Aisyah ini menandakan bahawa kita digalakkan untuk memohon kemaafan kepada Allah S.W.T apabila diberi peluang bertemu dengan Lailatulqadr.
Hal ini dapat merumuskan bahawa kemuncak amalan dalam bulan Ramadhan ini ialah apabila setiap amalan kita diterima dan mendapat keampunan daripada Allah S.W.T.
Tetapi, bagaimanakah caranya untuk kita mendapat keampunan Allah S.W.T? Inilah jawapannya melalui sabda Rasulullah S.A.W:-

Rasulullah S.A.W bersabda,
"Sesiapa menghidupkan malam Lailatul-Qadar kerana beriman serta mencari pahala yang dijanjikan akan mendapat pengampunan daripada dosa-dosa yang telah lalu."

Sekian saja perkongsian untuk kali ini, semoga segala amalan kita sepanjang bulan Ramadhan tahun ini lebih baik daripada tahun lalu dan semoga kita tidak tergolong dalam kalangan hamba yang hanya mendapat lapar dan dahaga sepanjang kita berpuasa. Amin!Wallahu'alam...

Iqra'



Banyakkanlah al Quran di bulan ramadhan ini. cubalah khatam kalau mampu :)